Pemdes Murung Ta'al Gelar Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026 untuk Perkuat Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting
- Jul 03, 2026
- DESA MURUNG TAAL
"Anak-anak adalah aset paling berharga bagi masa depan suatu bangsa."
-
Murung Ta'al, Jumat (3/7/2026) – Pemerintah Desa Murung Ta'al menggelar Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026 pada Jumat (3/7/2026) di Gedung Posyandu Desa Murung Ta'al. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah untuk memperkuat komitmen dan sinergi berbagai pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui identifikasi permasalahan, penyusunan rencana tindak lanjut, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Kegiatan dihadiri oleh Pembakal Murung Ta'al Bapak Askani, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Murung Ta'al, Bidan Desa, Ahli Gizi Puskesmas Durian Gantang, Kader Pembangunan Manusia (KPM), orang tua anak stunting, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bapak Askani menyampaikan bahwa pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak perlu terus ditingkatkan melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indikator kesehatan lainnya secara rutin. Menurutnya, deteksi dini menjadi langkah penting agar anak yang berisiko mengalami stunting dapat segera memperoleh penanganan yang tepat.
Materi disampaikan oleh Ahli Gizi Puskesmas Durian Gantang yang menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak. Orang tua diimbau untuk lebih memperhatikan pola asuh, kebersihan lingkungan, serta pemenuhan gizi anak, sementara koordinasi antara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Labuan Amas Selatan, Puskesmas Durian Gantang, Pemerintah Desa, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar setiap anak yang berisiko maupun mengalami stunting memperoleh pendampingan yang tepat.
Selain memberikan edukasi, Puskesmas Durian Gantang juga menyampaikan rencana intervensi gizi melalui penyaluran makanan tambahan (PMT), susu bagi anak sasaran sesuai ketentuan, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
Dalam sesi rembuk, peserta mengidentifikasi beberapa permasalahan yang masih dihadapi, yaitu masih adanya anak yang mengalami stunting, ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), kurang optimalnya pola asuh anak, belum tersedianya sarana air bersih yang memadai, serta belum aktifnya kepesertaan BPJS Kesehatan bagi sebagian keluarga sasaran. Berbagai permasalahan tersebut menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut, termasuk perencanaan pembangunan Sarana Air Bersih (SAB), peningkatan edukasi gizi kepada keluarga, dan fasilitasi pengaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Murung Ta'al berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.